Berkat Tuhan Datang Tepat Pada Waktunya

berkat

Tuhan tahu kapan waktu yang tepat untuk kita

Artikel ini saya ambil dari tulisan arief  maulana. Sengaja saya posting  karena disamping menarik juga dapat dijadikan pelajaran dalam menjalani kehidupan, semoga ada manfaatnya bagi kita semua. Belakangan makin banyak saja email yang masuk dengan nada pesimis dan mengeluh, kenapa usaha yang dilakukan ngga juga membuahkan hasil sebagaimana yang semestinya. Disamping itu, kebetulan juga saya baru saja mendengarkan Audio CD motivasi, yang judulnya juga sama “Berkat Tuhan Datang Tepat Pada Waktunya.”

Sebagai manusia, kita memang harus selalu berikhtiar dengan sebaik mungkin demi pencapaian hasil yang maksimal. Disamping berikhtiar, kita pun senantiasa berdoa kepada Allah untuk diberi kelancaran dan kebaikan dalam setiap usaha kita.

Satu pertanyaan penting, Anda percaya dan yakin ngga, bahwa doa Anda akan dikabulkan oleh Allah?”. Saya yakin Anda juga berdoa kepada Allah untuk minta diberikan yang terbaik, betul? Itu dia masalahnya. Kalau hal ini Anda benar-benar pahami, saya kira tidak akan ada keluhan lagi. Terus berusaha dan belajar untuk meningkatkan kualitas usaha. Karena Anda yakin, DOA SAYA PASTI DIKABULKAN, hanya saja ALLAH TAHU WAKTU TERBAIK UNTUK MENGABULKAN DOA SAYA itu kapan.

Ada sebuah cerita yang mungkin bisa menjadi sebuah analogi yang mirip dengan kehidupan kita.

Apakah saat ini Anda sudah memiliki anak? Kira-kira usianya 7-10 tahun lah (SD). Kalau belum dibayangkan saja.

Katakanlah Anda adalah orang sukses yang sudah memiliki segalanya. Harta melimpah dan bisnis semuanya berjalan dengan baik, sehingga andai Anda membuang 5 M ke jalan pun masih tidak ada artinya, saking kayanya Anda.

Pada suatu pagi, anak Anda (masih SD) yang sangat disayangi datang kepada Anda dengan muka manja dan mengharapkan sesuatu. Dia mengiba meminta uang saku kepada Anda. Tapi uang saku yang diminta ternyata tidak seperti biasanya. Mulai sekarang ia meminta uang saku sebesar 10 juta / hari. Saya yakin buat Anda membuang uang segitu tidak masalah. Tapi pertanyaannya adalah, “Kira-kira, Anda bakal kasih uang itu apa tidak? Atau Anda bakal kasih jika umur anak Anda sudah sepantasnya untuk mendapatkan uang saku 10 juta / hari?”

Saya yakin sesayang apapun Anda pada anak, uang 10 juta / hari tersebut tidak akan Anda berikan. Kenapa? Anda tentu berpikir bahwa anak sekecil itu, belum pantas memiliki uang jajan sebanyak 10 juta (walau Anda mampu memberikannya). Belum waktunya, itu kata Anda. Mungkin kalau sedikit lebih besar, kuliah misalnya, 10 juta tersebut akan Anda berikan padanya.

Nah seperti itulah Allah. Kalau kita sudah berusaha maksimal, berdoa, dsb, belum juga diberi, maka itu artinya belum tepat waktunya bagi kita untuk menerima berkat dan rahmat melimpah (kesuksesan) dari Allah. Selalu ada alasan yang baik di balik itu semua. Sayangnya kita tidak pernah tahu. Namun, jika memang Anda beriman dan yakin semestinya Anda percaya bahwa Allah tahu apa yang terbaik untuk kita.

Ingat rekan-rekan, jangan sekali-kali “meragukan Allah” dengan mengatakan, “Kok doaku ngga terkabul? Kan udah berusaha dan berdoa mati-matian. Ini bener ngga sih” Kalau itu Anda lakukan, bagaimana Dia akan mengabulkannya? Bukankah di Al-Qur’an juga ada ayat yang berbunyi, “…Aku adalah sesuai prasangka hambaKu…”. Jadi kalau jalan yang Anda lakukan sudah benar dan Anda sudah berusaha maksimal ya sudah… pasrahkan saja selebihnya.

Seringkali ketika kita sedang mengusahakan sesuatu, sikap tidak sabar selalu menyelimuti diri. Kita sering terbawa nafsu emosi sehingga ingin cepat mendapatkan segala sesuatunya dengan cepat. Apalagi ketika kita melihat ada orang lain dengan usaha sejenis bisa mendapatkan segala sesuatunya dengan cepat.

Namun setelah mencoba, hasilnya ngga terlihat juga. Kemudian yang terjadi adalah kita terus saja mempertanyakan dan mengeluh sepanjang hari, kenapa ngga ada income. Kalau ini sudah terjadi (terus mengeluh dan mempertanyakan), saya cuma bisa bilang hati-hati dengan hukum daya tarik atau the law of attraction.

Coba dipahami lagi bahwasanya segala sesuatunya membutuhkan proses untuk mencapai sebuah kesuksesan sekalipun kesuksesan tersebut nilainya kecil. Karena sukses adalah sebuah perjalanan yang panjang, tidak secepat membalik telapak tangan.

Cermati sekali lagi, setiap kali kita berdoa pada Allah, tentu kita selalu meminta diberikan yang terbaik bukan. Tidak ada hamba yang berdoa meminta sebuah keburukan. Tahukah Anda, bahwa mungkin karena doa Anda tersebut hingga saat ini Anda belum juga sukses.

Maksudnya apa? Apa kita harus berhenti berusaha dan berdoa? BUKAN! Ketika Anda berdoa meminta yang terbaik pada Tuhan, tentu Dia akan mengabulkannya. Efek sampingnya apa? Ketika apa yang sedang Anda usahakan tidak menjadi suatu kebaikan, maka boleh jadi Anda tidak akan sukses di dalamnya.

Nah, disisi lain sebagai manusia kita tidak pernah tahu mana yang terbaik untuk diri kita. Oleh karena itu kita sebagai manusia wajib berusaha dan terus berdoa. Yakinlah suatu saat Anda akan menemukan jalur kesuksesan Anda.

Bisa juga ketika saat ini Anda tidak kunjung sukses, maka yang sedang terjadi adalah Allah merasa ini belum waktunya untuk Anda. Mungkin saja ketika Anda diberikan kesuksesan saat ini, Anda akan menjadi manusia sombong dan semakin menjauh dari Allah.

Dia ingin Anda lebih siap secara fisik, mental, dan spiritual ketika Anda mencapai suatu kesuksesan. Berpikir positiflah kepada Allah. Dia tahu apa dan kapan saat yang terbaik untuk membagikan berkahnya kepada umatnya dalam bentuk kesuksesan.

Itulah sebabnya mengapa setiap saya mencoba merintis sebuah usaha untuk mencapai impian terbesar saya (passive income), saya selalu mencoba bersabar dan menikmati setiap prosesnya. Bagi saya itu adalah sebuah pelajaran kehidupan yang diberikan Allah. Andaikata saya masih harus berusaha, akan saya lakukan.

Dan alhamdulillah… paling tidak saat ini saya sudah masuk di zona passive income walau masih terbilang kecil jumlahnya. Selebihnya kalaupun masuknya banyak itu masih dikarenakan kerjaan aktif (active income). Someday…  saya percaya akan berada di posisi passive income dengan nominal besar, menyusul rekan-rekan yang sudah lebih dulu menikmati itu semua.

Jadi sekali lagi, bersabarlah. Ingatlah bahwa rahmat, berkah, nikmat, kesuksesan, bila sudah tiba waktunya menjadi milik kita pasti akan datang juga pada kita. Selama kita terus berusaha dan selalu dekat padaNya. Maka dari itu, segera dekatkan diri Anda kepadaNya.

Bukankah sudah menjadi janji Allah SWT, bila kita dekat maka segala bentuk upaya dan usaha yang kita lakukan akan senantiasa mendapat bantuannya. Coba pikir, siapa yang menggerakkan hati manusia untuk membeli produk ataupun berbisnis dengan kita?

Salam Sukses,
Photobucket

Inilah 10 Cara Meningkatkan Produktivitas Kerja Anda

jam1

Menjadi lebih produktif sudah tentu menjadi keinginan anda. Sayangnya, sering kali tak banyak yang bisa melakukannya.

Mungkin sering banyak halangan, baik dari dalam diri maupun dari luar, yang menghambat kerja anda. Sehingga apa yang anda lakukan menjadi tidak efektif.

Tidak efektif menyebabkan anda tidak produktif. Padahal, kita semua tahu kalau produktivitas berhubungan dengan kesuksesan anda.

Bagaimana solusinya?

  1. Tuliskan rencana kerja anda. Sebaiknya tulis di kertas atau papan yang mudah terlihat. Bukan di alat elektronik seperti handphone. Dan dalam setiap daftar rencana kerja anda, tentukan prioritas kerja anda. Buat prioritas dari yang menurut anda paling penting sampai yang kurang penting.
  2. Tuliskan aktivitas yang harus anda hindari. Selain memiliki daftar pekerjaan yang harus anda lakukan, tuliskan juga aktivitas tidak produktif yang harus anda hindari. Misalkan nonton televisi tanpa kenal waktu. Dan berjanjilah anda tak melakukan aktivitas-aktivitas tersebut sebelum pekerjaan-pekerjaan anda selesai.
  3. Lakukan pemanasan. Sebagian orang kadang memerlukan pemanasan sebelum bekerja. Misalnya dengan minum kopi atau teh terlebih dulu. Bila anda termasuk orang yang memerlukan pemanasan sebelum beraktivitas, lakukan saja. Yang penting, itu bisa membuat anda lebih enjoy dalam bekerja.
  4. Fokus pada apa yang anda kerjakan. Satu pekerjaan, satu waktu! Sulit kalau anda melakukan banyak hal dalam waktu bersamaan. Sebab fokus anda akan terbagi. Mulai dari tugas prioritas anda. Pusatkan perhatian dan konsentrasi anda untuk mengerjakan pekerjaan tersebut sebaik-baiknya. Jangan berpindah ke pekerjaan lain sebelum selesai. Ingat, fokus!
  5. Tetapkan batas waktu. Ini akan mendorong anda untuk mengerjakan setiap pekerjaan dengan cepat.
  6. Tandai pekerjaan yang selesai. Setiap daftar pekerjaan yang sudah selesai, tandailah. Boleh dengan memberi centang atau mencoretnya. Ini akan memacu anda untuk segera menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan berikutnya.
  7. Ambil istirahat. Tentukan waktu untuk beristirahat. Misalkan setiap dua jam sekali anda mengambil istirahat 15 menit. Ini bisa anda gunakan untuk meregangkan otot atau meminum teh hangat.
  8. Belajar membaca cepat. Tingkatkan terus kecepatan membaca anda. Tips membaca cepat seperti disampaikan di blog Fikrul Mustanir.
  9. Mengetik lebih cepat. Maksimalkan kesepuluh jari anda dan hapalkan shortcut khusus yang akan membantu anda mengetik lebih cepat.
  10. Patuhi peraturan anda. Rencana-rencana kerja yang sudah anda buat tadi bukan hanya untuk dipajang saja. Patuhi dan lakukanlah dengan sebaik-baiknya.

Melakukan ke-10 cara di atas dijamin produktivitas kerja anda akan meningkat drastis. Buktikanlah!

Salam ACTION!

Idola

sby3

obama

sby-2

sby7

Kisah pak Samin yang Malang

durianCerita di bawah ini saya baca di buku cerita anak-anak waktu saya masih kecil dulu. Saya sangat suka cerita ini, karena sarat dengan pesan moral. Cerita berkisah tentang Pak Samin, seorang warga desa yang polos dan lugu. Di belakang rumah pak Samin terdapat sebatang durian yang sudah tumbuh besar. Selama ini pohon durian itu belum pernah berbuah, tetapi tahun ini pohon durian itu sudah mulai berbunga. Hal itu  pertanda tidak lama lagi pohon itu akan berbuah.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, akhirnya buah durian di pohon semakin lama semakin besar. Sampailah pada suatu malam terdengar bunyi “dum.. dum…dum”. Oh, itu bunyi buah durian yang sudah matang jatuh ke tanah. Durian memang tidak dipetik, tetapi ditunggu jatuh ke tanah pertanda ia sudah matang dan siap dimakan.

Pagi-pagi Pak Samin bangun dan melihat ke pohon duriannya. Beberapa buah durian yang sudah ranum berjatuhan semalam. Ada kira-kira sekeranjang buah durian yang berhasil dikumpulkan Pak Samin. Pak Samin berniat menjual buah durian itu di pasar kota kecamatan nanti siang. Kebetulan hari ini jatuh pada hari pasar (dahulu pasar di kota-kota kecil hanya berlangsung sekali dalam sepekan, sedangkan pada hari-hari lainnya pasar lengang). Untuk mencapai ke sana Pak Samin harus berjalan membawa durian itu dengan bantuan sebuah gerobak dorong. Pasar cukup jauh juga jaraknya, kira-kira 4 jam perjalanan. Selepas adzan Dhuhur Pak Samin segera meninggalkan rumahnya menuju pasar di kota kecamatan.

Sepanjang jalan banyak orang tergiur meilihat buah durian Pak Samin yang ranum. Beberapa orang mencoba menawar untuk membelinya.

“Amboi, harum benar durian bapak ini. Dari jauh sudah tercium baunya. Berapa harganya, Pak?”, tanya penduduk yang ia temui di jalan.

“Maaf, Pak, durian ini ini mau saya jual di pasar”, jawab Pak Samin. Pikir Pak Samin, kalau dijual di pasar tentu harganya lebih tinggi daripada di jual ke orang kampung. Sudah terbayang di kepala Pak Samin uang banyak yang akan ia peroleh dari penjualan di pasar. Orang-orang di kota kecamatan lebih kaya daripada penduduk di kampung, tentu mereka mau membeli durian ranum itu dengan harga yang mahal.

Begitulah, sepanjang jalan menuju kota kecamatan banyak orang yang menawar durian Pak Samin, tetapi Pak Samin selalu menolaknya. Jika dihitung-hitung ada 10 orang lebih yang menawar durian itu, bahkan ada yang mau membeli dengan harga sedikit lebih mahal, tetapi Pak Samin tetap tidak bergeming.

Dia terus berjalan, terus dan terus, akhirnya sampailah ia di pasar di kota kecamatan. Tetapi apa yang dia temui di pasar? Ternyata pasar sudah sepi, maklum pasar di kota kecamatan hanya berlangsung beberapa jam saja.  Selepas Dhuhur para pedagang sudah berkemas-kemas dan pada pukul 3 siang boleh dikatakan pasar sudah tutup. Tidak ada seorang pun dipasar, baik pedagang maupun pembeli.

Hari sudah sore, tinggallah Pas Samin sendiri di tengah pasar yang sudah sunyi. Sambil mengelap keringat yang bercucuran, Pak Samin menyesali sikap pongahnya tadi. Bayangan mendapat uang banyak segera terbang, yang tersisa hanya penyesalan. Andaikata dia datang lebih pagi tentu pasar masih buka. Andaikata tadi di jalan dia mau menerima tawaran pembeli, tentu duriannya sudah terjual habis dan dia tidak perlu kepayahan berjalan ke kota kecamatan.  Ibarat kata peribahasa, harapkan guntur di langit, air di tempayan ditumpahkan. Berharap mendapat rezeki banyak, rezeki sedikit diabaikan.

Pak Samin berjalan kembali membawa pulang dagangannya yang masih utuh. Dia berharap bertemu kembali dengan orang-orang yang tadi menawar duriannya di jalan. Tetapi hari sudah berangsur gelap, sebentar lagi malam segera menyelimuti bumi. Orang-orang sudah berada di rumahnya masing-masing, tidak ada seorangpun yang ditemui Pak Samin dan tidak ada lagi yang menawar buah duriannya. Pak Samin pulang ke rumah dengan tangan hampa dan rasa sesal yang tidak putus-putusnya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Begitulah dalam hidup ini, kita sering mengabaikan banyak kesempatan. Kesempatan tidak datang dua kali dan tidak datang setiap hari. Di dalam amal shaleh juga begitu, betapa sering kita menyepelekan pahala sedikit karena berharap pahala yang banyak. Menebarkan senyum kepada orang di jalan, memberi sedikit uang kepada pengemis, menyisihkan sedikit receh untuk kotak sumbangan, dan sebagainya sering kita abaikan karena menganggap pahalanya kecil, sementara pahala besar tidak pula berhasil kita raih. Alangkah malangnya orang seperti itu. Mudah-mudahan kita tidak termasuk orang yang demikian.

Pura-pura itu perlu

Pura-pura adalah cara untuk membangun kualitas pribadi yang lebih dewasa,

yang lebih tinggikelasnya,

karena orang-orang yang berada pada kelas dibawah tidak memiliki kualitas-kualitas untuk ditampilkan pada pergaulan kelas diatasnya.

Berpura-pura ini tidak negatif, karena berpura - pura adalah cara untuk membayar dimuka sesuatu kedewasaan yang kita belum dimiliki.

berpura-pura untuk tidak takut, tidak nervous tampil dilingkungan yang lebih senior bukan sebuah dosa, bukan sebuah penipuan tetapi upaya penyelamatan diri. sehingga kita bisa tampil pada kedewasaan yang belum kita miliki.

pura-pura itu sesuatu yang perlu dan mohon dibedakan dari kepalsuan.

Manfaat Rokok

Barangkali banyak yang ga tahu, ternyata rokok itu ada manfaatnya mau tahu nich ;

  • Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, maka untuk mengurangi resiko tersebut aktiflah merokok.
  • Menghindarkan diri dari perbuatan jahat.  Karena tidak pernah ditemui orang yang membunuh, mencuri dan berkelahi dambil merokok.
  • Mengurangi resiko kematian. Dalam berita tidak pernah ditemui orang yang meninggal dalam posisi merokok.
  • Berbuat amal kebaikan. Kalau ada orang yang mau pinjam korek api paling tidak sudah siap / tidak mengecewakan orang yang ingin meminjam.
  • Baik untuk basa - basi / keakraban. Kalau ketemu orang misalnya di pasar kita bisa tawarkan rokok, kalau basa-basinya nawarin uang kan boros.
  • Memberikan lapangan kerja bagi buru rokok, dokter dan pedagang asongan, pembuat asbak, pabrik kemasan dan perusahaan obat batuk.
  • Bisa untuk alasan tambahan gaji karena ada pos untuk rokok dan resiko baju berlobang kena api rokok.
  • Bisa menambah suasana pedesaan / nature bagi ruangan ber AC dengan asapnya, sehingga seolah - olah berkabut.
  • Menghilangkan nau wangi-wangian ruangan bagi yang alegi parfum.
  • Kalau mobil mogok karena busi ngadat tidak ada api, maka sudah siap api.
  • Membantu program KB dan mengurangi penyelewengan karena konon katanya rokok bisa menyebebkan impoten.

Filosofi Buah

Untuk belajar terkadang tidak harus didapat dari hal - hal yang formil, tetapi lingkungan sekitar juga dapat dijadikan guru, seperti kutipan berikut banyak hal-hal baik yang dapat kita maknai,  saya muat dalam blog ini agar dapat dibaca semua orang agar hidup ini lebih bermakna :

1. Jadilah Jagung jangan Jambu Monyet, jagung membungkus bijinya yang banyak, sedangkan jambu monyet memamerkan bijinya yang cuma satu2nya, artinya jangan suka pamer.

2. Jadilah pohon Pisang. Pohon pisang kalau berbuah banyak sekali, lalu mati. Artinya Kesetiaan dalam pernikahan.

3. Jadilah Durian jangan Kedondong. Walaupun luarnya penuh kulit yang tajam, tetapi didalamnya lembut dan manis, hmmmm.. beda dengan kedondong, luarnya mulus, rasanya asam dan didalamnya ada biji yang berduri. Artinya, Don’t judge a book by the cover... jangan menilai orang dari luarnya saja.

4. Jadilah Bengkoang. Walaupun hidup dalam kompos sampah, tetapi isinya putih bersih. artinya, Jagalah hati jangan kau nodai.

5. Jadilah tandan petai, bukan tanda rambutan. Tanda petai membagi makanan sama rata kebiji ketainya, semua seimbang, tidak seperti rambutan ada yang besar dan ada yang kecil. Artinya selalu adil dalam bersikap.

6. Jadilah Cabe. Makin tua makin pedas, artinya Makin tua makin bijaksana.

7. Jadilah Buah Manggis. Bisa ditebak isinya dari pantat buahnya. artinya, Jangan munafik.

8. Jadilah buah nangka. Selain buahnya, nangka memberi getah kepada penjual atau yang memakannya, artinya Berikan kesan kepada semua orang (tentu yang baik).

Sesal..

  • male2
  • ben

Hidup ini tela digariskan oleh-Nya

tiada guna menyesali yang telah berlalu

hanya membuang waktu

yakinlah, semua terjadi pasti karena izin-Nya

lihatlah kesana

lihat esok yang begitu indah

jangan lagi menoleh kebelakang

anggap sebuah pelajaran berharga dlam hidupmu

agar hidup jadi lebih indah………..

Taragak

banyak nagari nan den tampuah

lah den cubo bajalan jauah

namun nasib ndak barubah juo

baa mangko denai ka sansaro

lai dicubo bak kato urang

buruak juo yo nan tasuo

kok kadisasa untuangnyo diri

untuang alah suratan tangan

kok tadanga saluang laruik malam

raso kampuang maimbau pulang

tabayang marapi jo singgalang

nak kapulang ndak ado dayo

adiak, sanak, ayah jo sudaro

jatuah badarai aia mato

kok lai mujua untuang den isuak

den janguak juo kampuang den cinto

dscn06901

Tour de Bukittinggi 2009

dscn0788

dscn0795

dscn0812

dscn0857dscn0852

dscn0809

dscn0878